Download& View Resensi Novel Ranah 3 Warna as PDF for free.. More details. Words: 707 Pages: 3 NovelRanah 3 Warna ber kisah tentang seorang anak lulusan pondok pesantren yang mempunyai m im pi menuntut ilmu di Universitas ternama di Jawa Barat. Alif namanya, ia mempunyai keyakinan bahwa segala keinginan di dunia ini bila diperjuangkan dengan sungguh-sungguh apa pun itu, maka akan terwujud. Bukan hanya kata-kata manis saja, atau sebatas kata optimistis kosong belaka karena semua itu Menurutsaya, novel fiksi motivasi ini rada-rada mirip Sang Pemimpi dan Edensor. Dibandingkan buku pertamanya (Negeri 5 Menara), buku ini saya kasih poin +1 untuk kompleksitas permasalahan, cara pemecahan dan penggambaran setting tempat berlansungnya cerita. Oh ya Ranah 3 warna berarti Bandung, Amman Yordania dan Quebec Canada. TinggiBandunglalumerantauuntukmenggapaijendeladuniasampaikeAmerika Resensi Novel Ranah 3 Warna SEMUA PENTING May 12th, 2019 - Novel Ranah 3 Warna adalah Bacaresensi novel ranah 3 warna novel online: temukan daftar resensi novel ranah 3 warna cerita di Goodnovel, Beranda / Kata kunci / resensi novel ranah 3 warna. Filter dengan. Status pembaruan. Semua Sedang berlangsung Selesai. Sortir dengan. Populer Rekomendasi Rating Diperbarui. Artidari ranah 3 warna ialah tiga daratan, Bandung, Amman Yordania, dan Quebec Canada. Cerita dalam buku ini tidak hanya perjuangan saja, tapi juga diselingi kisah percintaan seorang Alif kepada Raisa. Novel ini mempunyai beberapa kelebihan, dengan kelebihannya inilah yang membuat unggul diantara novel lainnya yang sudah mendahuluinya. Alifberhasil melalui ranah 3 warna yaitu Bandung, Amman, dan Saint Raymond. Amanat Novel: Dalam hidup ini, ternyata "man jadda wajadda" saja tidak cukup. Ada jarak terbentang di antara sungguh-sungguh dan sukses. Jarak yang harus ditempuh dengan sabar aktif. "Man shabara zhafira" (barang siapa yang sabar pasti akan beruntung). Ranah3 Warna karya Ahmad Fuadi ini cukup menggugah emosi. Rasa emosinya sama seperti ketika saya membaca Sang Pemimpi dan Edensor karya Andrea Hirata, serta Galaksi Kinanti karya Tasaro GK. Tentang bagaimana seseorang yang dianggap bukan siapa-siapa dan tidak punya apa-apa, pada akhirnya mencapai cita-citanya. padatahun 2009 novel ini merupakan kedua dari trilogi negeri 5 novel ranah tiga warna karya a ranah 3 warna pdf free, download novel ranah 3 warna ahmad fuadi aden duduk di sebelah atas ya dan seperti biasa aden pasti menang teriak randai pongah sambil memanjat ke puncak batu hitam yang kami duduki , anda pembaca novel negeri 5 menara kini Ranah3 Warna: Cobaan Dunia yang Tidak Adil dalam Menggapai Mimpi; Karakter Tak Sempurna, Film "Ranah 3 Warna" Resume Novel Ranah 3 Warna . 15 Agustus 2015 23:02 Diperbarui: 16 Agustus 2015 08:26 5555 0 0 + Laporkan Konten. Laporkan Akun. Lihat foto Nama : Intan Prastiawati. NIM :1815152197. Beranda» Sinopsis Novel Ranah 3 Warna - Ahmad Fuadi. Sinopsis Novel Ranah 3 Warna - Ahmad Fuadi Oleh Administrator Diposting pada 3 Maret 2019 28 Februari 2017. Sastra angkatan 2000 - an. Karya: Ahmad Fuadi. Ringkasan umum: Novel ini merupakan kelanjutan dari kisah Alif yang baru selesai menamatkan sekolah di Pondok Madani (PM) Ponorogo Novelyang berjudul "Ranah 3 Warna" ini merupakan buku kedua dari trilogi Negri 5 Menara, tidak begitu banyak gambar dalam novel ini hanya ada pada cover nya saja yaitu berupa peta, kalimat demi kaliamtnya pun begitu ditata dengan rapih penempatan kata-kata yang sesuai membuat buku ini sangat mengena bagi siapa saja yang membacanya. merensinovel dengan judul Analisis Unsur Instrinsik dalam NovelRanah 3 Warna karya Ahmad Fuadi, diantaranya :1.1.1 Untuk mengetahui unsur-unsur instrinsik dalam novelRanah 3 Warna karya Ahmad Fuadi1.1.2 Untuk mengetahui nilai pendidikan yang terkandungdalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi BAB 2GAMBARAN UMUM2.1Identitas Buku 1)2)3)4)5)6)7)8) Alifberhasil melalui ranah 3 warna yaitu Bandung, Amman, dan Saint Raymond. Amanat Novel: Dalam hidup ini, ternyata "man jadda wajadda" saja tidak cukup. Ada jarak terbentang di antara sungguh-sungguh dan sukses. Jarak yang harus ditempuh dengan sabar aktif. "man shabara zhafira" (barang siapa yang sabar pasti akan beruntung). NovelRanah 3 Warna ini menceritakan tentang kesungguhan seseorang yang ingin membuktikan kepada semua orang bahwa ia bisa menggapai apa yang ia inginkan, walaupun orang lain memandangnya sangat mustahil akan terjadi. GuVU. Ranah 3 Warna Berhub merupakan salah satu Trilogi karya A. Fuadi. Novel ini berada di posisi kedua setelah Negeri 5 Menara. Bercerita tentang kehidupan Alif saat kuliah di Unpad Bandung. Judul Ranah 3 Warna Pengarang A. Fuadi Penerbit PT Gramedia Pustaka Halaman 349 halaman Tokoh utama dalam Trilogi ini ini adalah Alif Fikri, seorang putra kelahiran Minang, Sumatera Barat. Tepatnya dipinggiran Danau Maninjau. Dia anak sulung dari dua adiknya yang kesemuanya perempuan. Kisah novel ini dimulai saat Alif kembali ke kampung halamannya, setelah selesai menuntut ilmu di Pondok MadaniPM, Gontor. Sebuah pondok pesantren yang berada di daerah Ponorogo, Jawa-Timur. Alif Fikri mempunyai keinginan kuat untuk kuliah di universitas negeri. Padahal ia lulusan pondok yang tidak mengantongi ijazah, sebagai salah satu syarat utama untuk mengikuti tes UMPTNUjian Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Keinginan Alif tersebut tentu saja mendapat ejekan dari teman-teman sepermainannya dahulu. Karena dianggap sesuatu yang mustahil untuk dicapai. Namun, keinginan Alif begitu kuat untuk kuliah di perguruan tinggi negeri. Dengan semangat man jadda wajada siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Dia bertekad mengikuti ujian persamaan Sekolah Menengah AtasSMA, supaya bisa mendaftar Ujian Masuk Perguruan Tinggi NegeriUMPTN. Untuk itu dia harus belajar mati-matian dalam dua bulan supaya bisa lulus ujian persamaan. Dan, akhirnya Alif lulus ujian persamaan meskipun dengan angka Trilogi yang pertama berjudul NegeriNegeri 5 Menara bercerita tentang kehidupan Alif sewaktu belajar di Pondok Gontor, Jawa Timur. Melihat nilai yang pas-pasan dan lemahnya dalam hitungan. Akhirnya Alif memilih jurusan Hubungan InternasionalHI. Sebelum ujian persamaan, dia berkeinginan untuk kuliah jurusan teknik penerbangan di Institut Teknologi BandungITB. Demi bisa lulus seleksi UMPTN dia belajar lebih keras lagi. Lebih keras dari belajar saat akan mengikuti ujian persamaan SMA lalu. Dan, Alhamdulillah usaha ALif membuahkan hasil yaitu di terima di jurusan Hubungan Internasionall Universitas PadjadjaranUnpad di Bandung, Jawa Baratt. Dengan diterimanya Alif di Unpad, bukan berarti hidupnya sukses. Tetapi, selama masa kuliah banyak sekali ujian yang dihadapinya. Mulai dari Ayahnya yang sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Sepeninggal ayahnya, ekonomi keluarga Alif terganggu. Dan, dia tidak mendapat jatah bulanan dari emaknya di kampung samapai beberapa bulan. Demi menyambung hidup dan membiayai kuliahnya, Alif bekerja paruh waktu dengan mengajarkan les, menjual kain, dan katalog berisi produk kosmetik. Hingga akhirnya Alif jatus sakit tifus selama 1 bulan. Novel trilogi yang ketiga berjudul Rantau 1 Muara bercerita tentang kehidupan Alif saat sekolah dan bekerja di Amerika. Saat hendak memutuskan putus kuliah dan pulang kampung karena ingin menjaga emak dan dua adiknya. Emaknya melarang keras rencana tersebut. Dan, terpaksa Alif mengurungkan niatnya dan kembali kuliah. Dia selalu ingat nasehat Kyai Rais sewaktu di PM yaitu man shabara zhafira artinya siapa yang sabar akan beruntung. Dan, satu persatu masalah Alif mulai menunjukkan jalan keluar Untuk membiayai hidupnya Alif menulis artikel yang dikirimkan ke bebagai koran, baik lokal dan nasional. Keberuntungan mulai berpihak setelah dia terpilih menjadi salah satu pertukaran mahasisiwa dengan negara Kanada. Kebetulan dalam kelompok pertukaran mahasisiwa tersebut ikut juga seorang mahasiswi bernama Raisa. Sejak pertama bertemu Raisa, Alif sudah mempunyai perasaan berbeda pada mahasisiwi tersebut. Selama di Kanada Alif tinggal di daerah Quebec, yang mayoritas penduduknya berbahasa Perancis. Di sana dia mempunyai orang tua asuh bernama Franc dam Mado. Selama di Kanada Alif bekerja di sebuah stasiun TV Lokal. dan, berkesempatan untuk mewancarai salah satu kandidat Referendum yaitu Daniel Janvier. Waktu itu akan digelar pemungutan suara untuk memutuskan Quebec tetap menjadi bagian Kanada atau memisah menjadi negara sendiri. Seringnya bertemu dengan Raisa, membuat perasaan Alif semakin tidak menentu saja. Saat ingin mengutarakan perasaannya, dia mendengar Raisa yang sedang ngobrol dengan teman kerjanya tentang syarat seorang pendamping untuknya. Mendengar syarat yang diucapkan Raisa tersebut Alif mengurungkan niatnya menyampaikan surat berisi curahan hatinya. Dan, memilih menunggu hingga lulus kuliah. Saat wisuda, Alif bermaksud menyampaikan perasaan yang dipendamnya sejak mulai mengenal Raisa. Tetapi belum sempat berbicara, Raisa telah lebih dahulu memberikan kejutan dengan memberitahukan acara pertunangannya minggu depan dengan Randai, teman masa kecil Alif. Mendengar hal tersebut Alif urung menyampaikan surat yang sudah disimpannya bertahun-tahun tersebut. Pesan dari novel ini sangat baik yaitu saat kita mempunyai keinginan dan berusaha untuk mencapainya maka lambat laun keinginan tersebut akan terwujud. Dengan cara yang tidak disangka-sangka asalkan kita mau terus bersabar dalam menghadapi segala rintangan.. Allah tidak mengabulkan semua permintaan kita, tetapi memilih yang sesuai dengan kemampuan kita. Tetap berpikir positif dengan segala sesuatu. Ada yang mau ke Pulau Belitong?? Pulau yang terkenal dengan Laskar Pelangi dan Keindahan Pantainya.. Silahkan Cek Untuk paket 4D-3N 4 hari 3 malam bisa dilihat di postingan Promo Travelling Wisata Murah ke Belitung 4D-3N 4 Hari 3 Malam Untuk paket 3D-2N 3 hari 2 malam bisa dilihat di postingan Promo Travelling Wisata Murah ke Belitung 3D-2N 3 Hari 2 Malam Untuk paket 2D-1N 2 hari 1 malam bisa dilihat di postingan Promo Travelling Wisata Murah ke Belitung 2D-1N 2 Hari 1 Malam ***************************************************************************************** Ranah 3 Warna, novel ini adalah buku kedua dari trilogi Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. Cerita di novel ini bermula saat Alif yang sudah tamat dari Pondok Madani ingin melanjutkan ke ITB. Ujian persamaan SMA sebagai syarat untuk bisa ikut UMPTN berhasil dilewati Alif dengan nilai rata-rata Hasil pas-pasan ini membuat Alif harus banting stir dari IPA ke IPS, dari Teknik Penerbangan ITB ke Hubungan Internasional Unpad. Kesangsian teman-temannya yang tidak yakin akan kemampuan Alif lolos UMPTN tidak membuat Alif patah semangat. Keberhasilan Timnas Denmark merebut Piala Eropa 1992 padahal hanya tim yang untung-untungan masuk ke babak final karena Yugosalvia didiskualisifikasi ikut melecut semangat Alif. Keberhasilan lolos UMPTN membuat Alif pindah ke Bandung. Di kota ini Alif bertemu sahabat lama, menemukan sahabat baru dan Raisa, seorang anak Komunikasi Unpad yang bisa membuat Alif klepek-klepek. Di kota Bandung ini pula sejumlah permasalahan kompleks dimulai. Bagaimana kisah pejuangan Alif untuk bertahan hidup dan kuliah di Bandung? Masalah sangat berat apa yang yang menimpa Keluarga Alif di Maninjau? Bagaimana Alif belajar keras agar bisa menulis media? Bagaimana Alif berjuangan agar bisa lolos student exchange ke Quebec Kanada? Bagaimana petualangan Alif “membela” Indonesia di Yordania dan Kanada? Bagaimana dengan persaingan Alif dan Randai sahabat masa kecilnya? Bagaimana kisah “hati” Alif dan Raisa? Bagaimana Alif menghadapi itu semua? Silahkan beli bukunya hehe Menurut saya, novel fiksi motivasi ini rada-rada mirip Sang Pemimpi dan Edensor. Dibandingkan buku pertamanya Negeri 5 Menara, buku ini saya kasih poin +1 untuk kompleksitas permasalahan, cara pemecahan dan penggambaran setting tempat berlansungnya cerita. Oh ya Ranah 3 warna berarti Bandung, Amman Yordania dan Quebec Canada. Tempat cerita-cerita di dalam novel ini berlangsung. “Dalam hidup ini, ternyata man jadda wajada tidak cukup. Ada jarak terbentang diantara sungguh-sungguh dan sukses. Jarak yang harus ditempuh dengan sabar aktif. Man shabara zhafira” Ilustrasi Cover buku Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi. istimewaNovel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi adalah novel kedua dari trilogi novel Negeri 5 Ranah 3 Warna diawali dengan kisah Alif yang baru saja menyelesaikan pesantren di Pondok Madani. Selepas itu Alif dilingkupi banyak cita-cita, salah satunya adalah melanjutkan pendidikan di ITB, seperti Habibie, dan kemudian hijrah ke Amerika. Namun Randai sahabat karibnya meragukan kemampuan Alif untuk melanjutkan ke ITB. Apalagi Alif tidak memiliki ijazah SMA,Keinginan Alif begitu kuat untuk kuliah di perguruan tinggi negeri. Dengan semangat “man jadda wajada” dia bertekad mengikuti ujian persamaan Sekolah Menengah Atas SMA, supaya bisa mendaftar Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri UMPTN. Untuk itu dia harus belajar lebih keras selama dua bulan supaya bisa lulus ujian persamaan. Dan akhirnya Alif lulus ujian persamaan meskipun dengan nilai nilai yang pas-pasan dan lemahnya dalam hitungan, akhirnya Alif memilih jurusan Hubungan Internasional HI. Sebelum ujian persamaan, dia berkeinginan untuk kuliah jurusan teknik penerbangan di Institut Teknologi Bandung ITB. Demi bisa lulus seleksi UMPTN dia belajar lebih keras lagi. Lebih keras dari belajar saat akan mengikuti ujian persamaan SMA alhamdulillah, usaha Alif membuahkan hasil yaitu diterima di jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran Unpad di Bandung, Jawa Barat. Meskipun bukan ITB, tetapi Alif bersyukur akhirnya ia dapat kuliah di perguruan tinggi Cover buku Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi. istimewaTiba saatnya Alif mulai kuliah di Bandung, Alif tinggal bersama Randai dalam satu kamar kos. Karena belum mendapatkan kamar kos, Alif memasuki dunia baru menjadi mahasiswa. Alif harus melewati serangkaian ospek untuk bisa mengenal kampus dan mengenal teman-temannya. Ada Wira, Agam dan Memet. Saat pertama kali masuk kampus Alif dirundung permasalahan uang bulanan. Ia mencari penghasilan tambahan untuk biaya hidupnya, sedangakan uang dari orangtuanya hanya pas-pasan sehingga tak cukup jika juga belajar menulis kepada Bang Togar. Bang Togar bukan hanya mengajari menulis saja namun Bang Togar juga mengajari Alif tentang makna terasa Alif sudah melewati semester satu. Dia senang karena mendapat nilai baik. Suatu hari Amak mengirimkan telegram kepada Alif. Amak berencana ke Bandung untuk mengunjunginya dan Alif sangat senang, dia meminta Randai untuk meminjamkan kamarnya. Namun setelah beberapa hari Amak mengirimkan telegram, Alif disuruh pulang karena ayah bekal uang pinjaman uang dari Randai, Alif pun pergi ke Maninjau. Setelah sampai di Maninjau, Alif langsung pergi ke rumah sakit tempat Ayah dirawat. Di rumah sakit, ia melihat Ayahnya terbaring lemah, ia pun menghampiri Ayahnya dengan wajah sangat sedih. Alif menceritakan pengalaman yang telah ia dapatkan selama kuliah di Bandung. Setelah beberapa hari, akhirnya Ayah boleh pulang ke rumah, mendengar kabar tersebut Alif sangat harinya Alif berencana untuk balik ke Bandung. Tapi, ketika Amak membangunkan Alif saat subuh, kondisi Ayah semakin memburuk dan pada akhirnya Ayah menghembuskan nafas terakhirnya. Banyak sekali kenangan yang Alif lalui bersama Ayah. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Ayah berwasiat kepada Alif untuk menjaga Amak dan beberapa hari Alif kembali lagi ke Bandung. Ia mulai memikirkan nasibnya, dia harus mandiri tanpa memikirkan pesangon dari Amaknya, untuk itu Alif mulai aktif berjualan songket, mukena, kain tenun, menjadi guru privat, hingga menulis berjalannya waktu keberuntungan mulai berpihak setelah dia terpilih menjadi salah satu pertukaran mahasisiwa dengan negara di Kanada Alif tinggal di daerah Quebec, yang mayoritas penduduknya berbahasa Perancis. Selama di Kanada Alif bekerja di sebuah stasiun TV lokal dan berkesempatan untuk mewancarai salah satu kandidat referendum yaitu Daniel bertemu Raisa membuat perasaan Alif berkecamuk. Saat ingin mengutarakan perasaannya, tak sengaja dia mendengar Raisa sedang mengobrol dengan temannya tentang syarat menjadi pendaming hidupnya, akhirnya Alif mengurungkan niatnya dan memilih menunggu hingga lulus waktu wisuda telah datang, Alif bermaksud menyampaikan perasaannya pada Raisa, namun belum sempat berbicara, Raisa telah lebih dulu memperkenalkan calon tunangannya, yakni Randai. Mendengar hal tersebut Alif mengurungkan tahun berlalu, kini Alif telah memiliki istri, dan mereka kembali mengunjungi Kanada. Di puncak bukit Kota Kanada dia menatap terbitnya matahari dengan istrinya, dia bernostalgia dengan perjuangannya yang keras dia bisa menjadi besar seperti ini, berkat dua mantra dari Pondok Madani “man jadda wajada” dan “man shabara zhafira”. Alif berhasil melalui ranah 3 warna yaitu Bandung, Amman, dan Saint Novel Dalam hidup ini, ternyata “man jadda wajadda” saja tidak cukup. Ada jarak terbentang di antara sungguh-sungguh dan sukses. Jarak yang harus ditempuh dengan sabar aktif. “Man shabara zhafira” barang siapa yang sabar pasti akan beruntung.Kelebihan Novel ini cocok dibaca oleh semua kalangan baik dari kalangan anak kecil maupun orang dewasa. Karena ceritanya ringan dan mudah dipahami dengan permasalahan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan dari segi pesan atau amanat, novel ini mampu memberikan efek positif atau motivasi bagi ini menggambarkan kehidupan pesantren yang berbeda. Selama ini pesantren dikenal dengan lingkungan yang keras tetapi Ahmad Fuadi menekankan di dalam buku ini bahwa karena didikan pesantren yang keras serta ilmu-ilmu dan petuah yang ia dapatkan di sana, ia dapat bertahan menghadapi berbagai macam cobaan Penulis tiba-tiba mengabaikan Bang Togar di pertengahan hingga akhir novel, padahal Bang Togar lah yang berjasa dalam kehidupan Alif di Bandung. */kik.Judul Buku Ranah 3 WarnaPenerbit Utama Gramedia Pustaka UtamaDeskripsi Fisik Tebal 473 halamanCetakan Cetakan Pertama Januari 2011Penulis Resensi Qoniatul Qismah SPd Penulis resensi buku adalah guru penggerak Kampung Ilmu 1Judul Novel Ranah 3 Warna Pengarang Ahmad Fuadi Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit 2011 Cetakan ke I Harga Rp. Jumlah Halaman 473 Ranah 3 warna adalah buku ke-2 dari trilogy Negeri 5 Menara. Ditulis oleh Ahmad Fuadi yang lahir di Bayur, kampung kecil di pinggir Danau Maninjau tahun 1972. Dia menyelesaikan pendidikannya di SD Manggopoh, SD Koto Baru, SDN 1 Padang Luar, MTsN Gantiang, Padang Panjang, Pondok Modern Gontor dan lulusan kuliah Hubungan Internasional, UNPAD. Dia mendapatkan beasiswa Cheventing Award untuk belajar di Royal Holloway, University of London untuk bidang film dokumenter, sampai sekarang dia telah mendapatkan 8 beasiswa untuk belajar keluar negeri, dan juga mendapat kesempatan tinggal dan belajar di Kanada, singapura, Amerika Serikat dan Inggris. Selain itu penghargaan yang telah diraih oleh Ahmad Fuadi ini antara lain Nominasi Khatulistiwa Award 2010 untuk Novel Negeri 5 Menara yang merupakan novel pertamanya dan juga mendapat penghargaan sebagai Penulis dan Buku Fiksi Terfavorit 2010 versi Anugerah Pembaca Indonesia. Ahmad Fuadi adalah mantan wartawan TEMPO dan VOA, selain itu sekarang dia sibuk menulis, jadi pembaca dan motivator, mulai menggarap film layar lebar Negeri 5 Menara, serta membangun yayasan sosial untuk membantu pendidikan orang yang tidak mampu Komunitas Menara. Novel Ranah 3 Warna ini menceritakan tentang kesungguhan seseorang yang ingin membuktikan kepada semua orang bahwa dia bisa menggapai apa yang dia inginkan, walaupun orang lain memandangnya sangat mustahil akan terjadi. Itulah yang terjadi pada tokoh Alif pada novel ini, yang diceritakan bahwa dia benar-benar ingin menjadi Habibie dan sekolah di Amerika seperti cita-citanya waktu masih sekoloh di MTsN bersama Randai temannya dan dia juga bertekat akan segera kuliah walaupun harus mengikuti ujian persamaan SMA untuk mendapatkan ijazah, karena di PM Pondok Madani tidak mengeluarkan ijazah SMA, setelah itu barulah bisa untuk mengikuti ujian UMPTN. Segala usaha dan upaya dia lakukan agar mendapatkan hasil yang terbaik. Perjuangannyapun tidak sia-sia sehingga dia lulus masuk Universitas Padjadjaran di Bandung jurusan Hubungan Internasional walau bukan Teknik Penerbangan ITB yang dia inginkan selama ini, tetapi dari sanalah kesuksesannya berawal. Selama kuliah di Bandung dia mengalami berbagai macam masalah, seperti minimnya uang bulanan, walau masih cukup hidup sederhana tapi tidak punya uang lebih untuk membeli buku tambahan, ditambah pula pada saat Ayah Alif sudah meninggal dunia karena sakit dia sempat berpiikir akan berhenti kuliah dan pulang kampung, membela Ibu dan adik-adiknya, tapi dia juga sempat galau karena setelah mengingat perjuangannya untuk lulus UMPTN dan juga setelah mengingat nasihat terakhir ayahnya untuk terus melanjutkan apa yang sudah dia mulai. Tapi segala masalah yang dia alami berusaha dia tepis berusaha menjadi lebih tegar dan sabar, sehingga dia pun teringat sesuatu yang telah dia pelajari di PM katamutiara Man Shabara Zhafira yang artinya siapa yang sabar akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Untuk mengatasi kesulitan perekonomiannya dia berusaha mencari pekerjaan agar dapat menghasilkan uang untuk keperluan kuliahnya dan juga dia ingin mengirim uang kepada Ibu dan adiknya di kampung karena dia tidak mau membuat Ibunya susah dan mati-matian banting tulang hanya untuk dirinya. Tidak lama setelah itu dia mendapat pekerjaan melalui bantuan dari teman-temannya juga, tapi pekerjaan itu tidak berlangsung lama, karena Alif sempat menderita sakit tipus selama 1 bulan, sehingga pekerjaan yang selama ini dia lakukan seperti menjadi sales, guru privat bisa beralih menjadi penulis yang kebetulan dia menemukan seorang guru yang sangat pandai dalam urusan menulis dan juga merupakan Pimpinan Redaksi Kutub yaitu Bang Togar, diapun berusaha agar bisa menjadi murid Bang Togar yang mau mengajarinya dalam hal menulis. Perjuangan yang dilakukan oleh Alifpun tidak sia-sia, setelah banyak usaha dan coretan yang didapatkannya pada kertas yang berisi tulisan hasil karyanya tersebut, akhirnya tulisannyapun dimuat di majalah kampus dan berlanjut sampai ke Koran Manggala. Melalui menulis itulah dia mendapat hasil yang lebih baik, sehingga dia bisa mengirim uang ke Ibunya. Keinginannya untuk belajar ke Amerikapun akhirnya terwujud melalui program pertukaran pelajar dan Alifpun mengikutinya dan memilih Kanada sebagai negara yang ingin dia kunjungi, disana juga terjadi proses pembelajaran melalui pekerjaan yang di berikan kepada masing-masing mahasiswa yang ada di sana, selain itu mereka juga akan tinggal bersama orang tua angkat mereka di sana. Alif sangat terkesan terhadap negara tersebut, dan bahkan pada suatu hari saat dia tiba di rumah dia mendapati Mado dan Franc orang tua angkat Alif di Kanada bersedih karena setelah mendapat surat bahwa program pertukaran pelajar sudah hampir selesai dan hanya tinggal 2 minggu lagi untuk mahasiswa itu tinggal di sana, sehingga setelah Alif membaca surat tersebut diapun juga terikut sedih dan berjanji terhadap ke dua orang tua angkatnya itu bahwa dia akan kembali lagi ke negara itu dalam beberapa tahun kedepan. Tidak disangka, setelah 11 tahun kemudian, dia kembali lagi ke Kanada bersama istrinya untuk menepati janjinya kepada orang tua angkanya itu. Pada novel ini diceritakan bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin asalkan seseorang itu mau berusaha dan mau bersabar terhadap segala ujian yang sedang dihadapi, karena orang yang sabar akan mendapakan sesuatu yang lebih baik dari Allah SWT. Lain halnya pada novel Negeri 5 Menara, novel yang juga merupakan karangan Ahmad Fuadi ini juga menceritakan tentang seseorang kesungguhan seseorang terhadap sesuatu. Tetapi lebiih banyak mengungkapkan tentang Kerja keras seseorang dalam melakukan usaha, seperti yang di ceritakan dalam novel ini bahwa Alif yang sudah tamat MTsN mau melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 1 Bukittinggi, karena cita-citanya ynag ingin menjadi Habibie dan mau melanjutkan kuliah di Universitas ITB jurusan Teknik Penerbangan. Tetapi keinginannya itu ditolak habis oleh ibunya yang menginginkan dia menjadi Buya Hamka dan mendalami ilmu agama, oleh karena itu ibunya menyuruh dia untuk masuk ke MAN. Tapi Alif tidak mau mengikuti itu semua karana dia ingin sekali mencapai cita-citanya itu. Sehingga suatu ketika setelah dia menerima surat dari Mamaknya saudara laki-laki Ibu di Minangkabau yang mengatakan bahwa ada sebuah Pondok Pesantren di Jawa Timur yang sangat bagus mutu pendidikannya dan mengatakan bahwa para alumni Pondok Pesantren tersebut sangat fasif berbahasa Inggris dan bahasa Arab, sehingga itu menarik perahatian Alif dan memilih untuk bersekolah di sana daripada harus di kampungnya sendiri. Selama di PM Alif belajar banyak hal sehingga ada suatu mantra yang sangat mujarab baginya yaitu mantra Man Jadda Wajadda yang artinya yaitu siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Dan mantra itulah yang selalu ia tanamkan dalam hatinya bahwa setiap kerja keras itu akan menghasilkan sesuatu yang sangat manis di kemudian harinya. Novel ini menceritakan tentang seseorang yang ingin mewujudkan mimpinya seperti Habibie, dan diapun berusaha keras untuk mewujudkan mimpinya itu, walaupuun dia berasal dari keluarga yang sederhana tapi semangatnya untuk menggapai mimpi tak pernah pudar sehingga bisa dikatakan kalau novel ini dapat memotivasi orag lain. Selain itu novel ini juga RESENSI NOVEL RANAH 3 WARNA Resensi 36 Gesmaja Edisi 70 Mei 2013 2dapat membuat seseorang lebih termotivasi untuk berani bermimpi lebih tinggi dan selalu optimis mimpi itu akan terwujud walaupun harus menunggu dalam waktu yang lama. Apa yang sebenarnya terjadi pada novel tersebut? Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Impiannya sangat tinggi yaitu ingin belajar teknologi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika. Dengan semangat menggelegak dia pulang kampung ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun kawan karibnya, Randai, meragukan Alif mampu lulus UMPTN. Lalu dia sadar, ada satu hal penting yang dia tidak punya yaitu ijazah SMA, dan bagaimana mungkin dia bisa mengejar semua cita-cita tingginya tanpa ijazah.. Terinspirasi semangat dinamit Denmark, dia mendobrak rintangn berat. Baru saja dia tersenyum, badai lain menggempurnya silih berganti tanpa ampun. Alif letih dan mulai bertanya-tanya “Sampai Kapan aku harus teguhh bersabar menghadapi semua cobaan hidup ini?” dan Hampir saja dia menyerah. Ternyata “mantra” man jadda wajada saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat “mantra” kedua yang di ajarkan di Pondok Madani man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal kedua mantra itu dia songsong badai hidup satu persatu, dan dia pun bisa memenangkan semua impiannya. Nasib baikpun membawa alif Menuju kesuksesan diapun sudah berkelana melintasi bandung, Amman, dan Saint-Raymond, tiga ranah berrbeda warna itu, pada masa kuliahnya dulu. Novel ini mengundang pujian dari banyak pihak, dan juga dapat menciptakan motivasi bagi orang lain yang membacanya, hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain harmonis dan dapat menimbulkan rasa penasaran pembaca karena dalam penceritaan isi novel tidak berbelit-belit. Mantra man shabara zhafira yang di ceritakan dalam novel ini terbukti ampuh dan juga dapat di tanamkan dalam kehidupan. Selain itu pada novel ini terdapat beberapa bahasa seperti bahasa dialek, Arab, Perancis dan telah disertai terjemahan arti sehingga memudahkan pembaca untuk memahaminya. Dilihat dari keaadaan fisik novel, novel ini memiliki cover yang menarik dan juga terdapat peta pada belakang covernya sehingga tidak membuat para pembaca terlalu menghayal mengenai lokasi yang di ceritakan pada novel ini. Novel ini hampir terperosok ke dalam cacat yang nyaris membuat membuat novel ini kehilangan keunggulannya, pada novel ini masih ada beberapa istilah asing yang tidak disertai penjelasan atau terjemahannya sehingga membuat pembaca agak sulit untuk memahmi arti dari istilah tersebut. Kebahasaan yang ada pada novel ini sudah bagus, tidak berbelit-belit dan juga tidak ada pemborosan kata sehingga mudah dipahami oleh pembaca, pada novel ini terdapat bahasa Minang, Inggris, Arab, dan juga Perancis tapi sudah dilengkapi dengan arti dari kata yang memakai bahasa asing tersebut, sehingga pembaca mudah memahaminya. Novel ini sangat cocok dibaca oleh remaja, karena novel ini menceritakan tentang seseorang yang berusaha keras mencapai cita-citanya selain itu novel ini juga memberikan motivasi bagi para pembacanya, seingga para remaja akan termotivasi untuk berusaha keras dalam mengejar cita-citanya dan juga tidak takut untuk bermimpi lebih tinggi untuk mesa depannya yang akan datang. ByNovi red EclipseGerhana Oleh Stephanie H. Meyer ISBN 9789792240528 Rilis 2008 Halaman 688p Penerbit Gramedia Bahasa Indonesia Eclipse,Gerhana Inilah sekuel ketiga dari seri Twilight karya Stephenie Meyer setelah sebelumnya adalah Twilight dan New Moon,Dua Cinta. Dalam sekuel ini, kisah masih berputar-putar pada Bella Swan, Edward Cullen Masen dan Jacob Black. Selain itu pada buku ke-3 ini Stephenie lebih banyak memberi perhatian pada beberapa rahasia yang akan diketahui pembacanya tentang legenda Werewolf, Imprint semacam jodoh yang diketahui sejak pandangan pertama bagi para Werewolf , kisah hidup Jasper dan kisah hidup Rosalie. Sepertinya boleh disebut buku 'dongeng' vampir seri ini adalah buku dongeng yang mendongeng. Meskipun begitu inti cerita sebenarnya adalah bersekutunya antara Vampir dan Werewolf untuk memusnahkan vampir-vampir muda yang jahat,liar dan haus darah yang 'diciptakan' oleh Victoria karena dilatar belakangi oleh dendam terhadap Bella atas kematian James, vampir pasangannya. Vampir-vampir muda yang sempat menghebohkan Seattle karena begitu banyak korban berjatuhan akibat ulah mereka. Setelah pasukan vampir ciptaan Victoria ini cukup kuat, mereka berencana menyerang keluarga Cullen untuk menghabisi Bella dan melampiaskan dendamnya. Sayang rencana mereka sudah di ketahui oleh Alice yang memiliki kekuatan bisa membaca masa depan dan pikiran, sehingga perang antar vampirpun tak bisa terelakkan. Demi mengetahui musuh yang dihadapi begitu banyak maka keluarga Cullen akhirnya mempertimbangkan untuk bersekutu dengan Jacob Black dan kawan-kawan untuk mensukseskan misi memusnahkan vampir-vampir baru tersebut. Kisah dibuka dengan masih marahnya Charlie, ayah Bella terhadap Bella dan Edward kerena Bella pernah 'menghilang' 3 hari dan akhirnya pulang kembali ke rumah dengan Edward yang telah meninggalkan Bella sebelumnya selama kurang lebih 6 bulan. Charlie memberlakukan 'jam malam' dan mengurung Bella tidak boleh keluar rumah setelah pulang sekolah. Jika Edward datang ke RESENSI NOVEL TWILIGHT SAGA ECLIPSE 37 Gesmaja Edisi 70 Mei 2013 Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah 3rumah untuk menemui Bella Charlie akan menunggui mereka sampai Edward pulang dengan tatapan penuh selidik khas polisi. Tentu saja Charlie tidak tahu jika setelah pulang lewat pintu utama dan Bella masuk kamar, Edward menyusul kekamar Bella seperti malam-malam biasanya. Dasar. Bella masih merasa bersalah terhadap Jacob. Setelah Jacob 'menjahit' lukanya akibat ditinggal Edward, Bella ingin menemui Jacob untuk menyambung kembali hubungan 'persahabatan' yang terputus setelah Edward datang. Edward tentu saja sangat tidak setuju dengan keinginan Bella untuk menemui Jacob karena kawatir akan keselamatannya jika bergaul dengan 'serigala'. Bukan Bella namanya jika tidak nekat, saat Edward berburu di hutan, Bella akhirnya pergi ke La Push untuk menemui Jacob Black. Edward sangat marah begitu tahu Bella bergi ke sana dan kembali dari berburu. Setelah negosiasi dengan Alice akhirnya Alice bersedia 'menyandera' Bella saat Edward berburu. Tapi rupanya, Jacob juga tidak tinggal diam mengetahui Bella 'di sandera', petualangan kedua dengan Jacob akhirnya terjadi juga. Selang beberapa waktu, terjadi insiden mengerikan di Seattle. Banyak warga seattle terbunuh secara misterius. Keluarga Cullen mengetahui hal itu terjadi akibat ulah vampir baru yang masih liar dan haus darah. Di lain kesempatan terjadi juga insiden, Victoria melintas di perbatasan wilayah keluarga Cullen dan Werewolf. Sempat terjadi ketegangan antara kelurga Cullen dan beberapa anggota Werewolf sehingga Victoria berhasil meloloskan diri. Saat Bella di sandera Alice di rumahnya, terjadi insiden di rumah Bella. Beberapa potong pakaiannya serta bantal yang biasa dia gunakan sehari-hari lenyap. Semula Bella menduga Alice yang mengambil karena saat 'disandera' Alice sempat mengambil juga piyama untuk Bella tidur di rumahnya. Tapi semua kecurigaan akhirnya bermuara pada munculnya berita yang semakin mencekam Seattle dan munculnya Victoria di perbatasan beberapa waktu lalu. Kelebihan Banyak hal yang menarik yang diceritakan dalam novel ini. Kisah cinta yang tulus, cinta sejati dan romantis. Berbagai karakter tokoh digambarkan dalam novel tersebut. Dimana setiap tokoh masing-masing mempunyai peran dan bakat kelebihan yang unik. Cerita novel ini berkaitan dan bagus. Suasana yang digambarkan dalam novel ini jelas, sehingga para pembaca dapat dengan mudah berimajinasi melalui cerita yang dikisahkan. Kekurangan Dalam novel ini tidak diceritakan sudut pandang tokoh Edward. Kesimpulan Dalam cerita novel Breaking Dawn, dapat disimpulkan bahwa mencintai memang membutuhkan sebuah pengorbanan yang tidak punya pilihan untuk dihindari walaupun menyangkut nyawa. ByNovi red Tokoh Dunia Albert Einstein Albert Einstein lahir di Ulm, Kerajaan Württemberg, Kerajaan Jerman, 14 Maret 1879 – meninggal di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, 18 April1955 pada umur 76 tahun adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistika, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotolistrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis". Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam budaya populer, kata Einstein dianggap bersinonim dengan kecerdasan atau bahkan genius. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia. Biografi Masa muda dan universitas Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran umur lima tahun, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar 38 Gesmaja Edisi 70 Mei 2013 4yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya diteliti setelah kematiannya. Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Ada gosip bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang pendidikannya, tetapi ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat bingung pada tahun berikutnya. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari München ke Pavia, Italia dekat kota Milan. Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia. Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan. Pada 1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada Mileva Marić, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya juga teman Nikola Tesla. Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negara Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902. Lieserl Einstein, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah. Kerja dan Gelar Doktor Albert Einstein, 1905. Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah professornya. Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss pada tahun 1902. Di sana, Einstein menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan pengetahuan fisika. Dia juga belajar menyadari pentingnya aplikasi dibanding dengan penjelasan yang buruk, dan belajar dari direktur bagaimana "menjelaskan dirinya secara benar". Dia kadang-kadang membetulkan desain mereka dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka. Einstein menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang matematikawan. Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis "Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen" "On a new determination of molecular dimensions" pada tahun 1905 dari Universitas Zürich. Pada tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu tentang gerak Brownian, efek fotolistrik, dan relativitas khusus pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum. Yang membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade. Dia menyerahkan thesis-thesisnya ke "Annalen der Physik". Mereka biasanya ditujukan kepada "Annus Mirabilis Papers" dari Latin Tahun luar biasa. Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi IUPAP merencanakan untuk merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein pada tahun 1905 sebagai Tahun Fisika 2005. Gerakan Brownian Di artikel pertamanya pada tahun 1905 bernama "On the Motion—Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat—of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid", mencakup penelitian tentang gerakan Brownian. Menggunakan teori kinetik cairan yang pada saat itu kontroversial, dia menetapkan bahwa fenomena, yang masih kurang penjelasan yang memuaskan setelah beberapa dekade setelah ia pertama kali diamati, memberikan bukti empirik atas dasar pengamatan dan eksperimen kenyataan pada atom. Dan juga meminjamkan keyakinan pada mekanika statistika, yang pada saat itu juga kontroversial. Sebelum thesis ini, atom dikenal sebagai konsep yang berguna, tetapi fisikawan dan kimiawan berdebat dengan sengit apakah atom itu benar-benar suatu benda yang nyata. Diskusi statistik Einstein tentang kelakuan atom memberikan pelaku eksperimen sebuah cara untuk menghitung atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa. Wilhelm Ostwald, seorang pemimpin sekolah anti-atom, kemudian memberitahu Arnold Sommerfeld bahwa ia telah berkonversi kepada penjelasan komplit Einstein tentang gerakan Brown. 39 Gesmaja Edisi 70 Mei 2013 Hargailah orang lain, jika kamu ingin dihargai 5

resensi novel ranah 3 warna